Category Archives: Agenda

  • -
P_20160828_112541-e1478918749474-900x506

  • -
557929_391618444226838_2092089372_n

KU MENGHARAPKAN RAMADHAN KALI INI PENUH MAKNA

Category : Agenda

 

 

557929_391618444226838_2092089372_n

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Al-Mustanir Edisi 3, 26 sya’ban -13 Ramadhan/02-18 JUNI 2016

Ramadhan 1437 H sebentar lagi datang. Orang Mukmin manapun tentu sangat gembira menyambut datangnya bulan Ramadhan. Betapa tidak, Ramadhan adalah bulan agung, penuh berkah dan kemuliaan. Di dalamnya, secara khusus Allah SWT mewajibkan orang Mukmin berpuasa agar menjadi orang yang bertakwa. Tentu kegembiraan seorang Mukmin dalam menyambut Ramadhan dilandasi oleh hasrat untuk meraih segala keagungan, kemuliaan dan keberkahannya; juga dilandasi oleh kerinduan untuk memproses diri menjadi orang yang bertakwa demi meraih surga-Nya yang penuh dengan kenikmatan yang memang telah disiapkan untuk orang-orang yang bertakwa.

Rasul menyatakan bahwa orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan

Orang yang berpuasa berhak mendapatkan dua kegembiraan: jika berbuka, ia bergembira; jika bertemu Rabb-nya, ia juga bergembira karena puasanya (HR al-Bukhari, Muslim, Ibn Majah, an-Nasa’i dan Ahmad).

Kegembiraan menyambut Ramadhan ibaratnya hanyalah pembuka untuk lebih merasakan kegembiraan di bulan Ramadhan dan menyambut kegembiraan yang hakiki di akhirat kelak. Kegembiraan menyambut Ramadhan hakikatnya adalah gembira karena bisa segera berpuasa. Dengan puasa itu orang Mukmin berpeluang mendapatkan keutamaan yang terkandung di dalamnya dan pahala sangat yang besar dari amalan puasa itu sendiri. Rasulullah saw. bersabda:

Setiap amal anak Adam dilipatgandakan; satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang serupa sampai tujuh ratus kali. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya… (HR Muslim, an-Nasai, ad-Darimi dan al-Baihaqi).

Selain itu, dengan puasa Ramadhan seorang Mukmin juga berpeluang mendapat ampunan atas dosanya yang di masa lalu. Rasulullah saw. bersabda:

Siapa saja yang berpuasa Ramadhan dengan dilandasi iman dan bersungguh-sungguh mencari ridha Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu (HR al-Bukhari, an-Nasai, Ahmad, Ibn Majah dan Ibn Hibban).

Namun, semua keutamaan di bulan Ramadhan itu belum tentu bisa kita raih secara optimal. Ramadhan itu ibarat proses; output (hasil)-nya akan sangat dipengaruhi oleh input (masukan)-nya dan proses yang berlangsung. Untuk meraih kesuksesan pada bulan Ramadhan kita harus memperhatikan dan menyiapkan input dan proses selama Ramadhan. Dari sisi persiapan, ada tiga hal yang perlu dipersiapkan. Pertama: persiapan ilmu. Walaupun puasa Ramadhan sudah kita jalani setiap tahun, kita perlu mengkaji kembali hukum-hukum, ketentuan puasa dan semua amal yang terkait. Kajian kembali terhadap semuanya itu bisa saja mendatangkan pemahaman yang lebih dalam dan lebih kuat, sehingga kita bisa menjalankan puasa dan amal-amal Ramadhan itu secara lebih mantap. Lebih dari itu, pengkajian kembali itu akan menciptakan kesadaran baru atau memperbarui kesadaran untuk melaksanakan puasa. Dengan begitu, puasa Ramadhan dan seluruh amal yang ada di dalamnya tidak akan dijalani sekadar ritual rutin tahunan, karena hakikat puasa adalah penghambaan dan pengorbanan untuk Allah. Dengan bekal ilmu itu, kita akan lebih berhati-hati menjalani puasa dan semua amal lain, disertai kesadaran sedang menjalankan ibadah kepada Allah. Dengan begitu kita akan senantiasa merasa berhubungan dengan Allah SWT.

Kedua: persiapan aspek ruhiah dan upaya “memperbarui” keimanan. Ini perlu agar kita memasuki bulan Ramadhan betul-betul dengan sepenuh keimanan dan kesadaran melaksanakan perintah Allah; penuh dengan kesungguhan untuk menggapai keridhaan-Nya serta berharap betul untuk mendapatkan ampunan-Nya. Sebab, keberhasilan proses selama Ramadhan itu memang bergantung pada landasan iman dan niat semata-mata untuk mencari ridha Allah. Allah sendiri menyerukan kewajiban berpuasa itu kepada orang-orang yang beriman (QS al-Baqarah [2]: 183). Artinya, hanya mereka yang menjalani puasa dengan landasan iman —juga yang selama berpuasa Ramadhan dan melaksanakan amal-amal di dalamnya diliputi oleh suasana keimanan saja— yang akan berhasil meraih output sebagai insan takwa. Hal itu juga ditegaskan dalam hadis Rasul di atas.

Ketiga: perencanaan proses. Kita perlu menyiapkan program Ramadhan dan apa saja yang akan kita kerjakan selama bulan Ramadhan. Dengan begitu, tidak ada kesempatan yang terabaikan dan Ramadhan bisa kita jalani secara maksimal. Bagus kiranya dibuat rencana, jadwal dan programnya; juga tolok ukur dan pengawasan atas capaiannya serta solusi-solusi alternatifnya. Dengan begitu amal ibadah dan peningkatannya akan lebih disiplin. Sebab, sekecil apapun suatu aktivitas —apalagi amal besar— jika dijalankan secara langgeng dan disiplin, hasilnya tentu akan luar biasa. Dalam bahasa hadis, amal yang kontinu (terus-menerus), sekalipun kecil, adalah amal yang terbaik dan dicintai Allah.

Inti dari amalan-amalan Ramadhan itu adalah taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah. Bisa jadi banyak dari kaum Muslim yang memahami taqarrub itu hanya terkait dengan amal ibadah ritual saja, atau bahkan hanya terkait dengan ibadah-ibadah sunnah saja. Hal itu bisa jadi karena keawaman dan kekurangilmuan mereka; bisa jadi pula karena paham Sekularisme —pemisahan agama (Islam) dari kehidupan— yang tanpa disadari telah tertanam dalam diri mereka. Bahkan Sekularisme itu tanpa disadari telah dijadikan dasar untuk memahami ajaran Islam.

Kesuksesan menjalani proses selama Ramadhan hanya akan bisa kita raih jika pemahaman tentang Sekularisme itu kita tanggalkan dan kita tinggalkan, kemudian kita mengambil Islam secara utuh sebagai sebuah sistem kehidupan.

Taqarrub kepada Allah sebagai inti dari amalan Ramadhan banyak bentuknya. Amalan pokoknya selama Ramadhan tentu saja adalah puasa itu sendiri. Namun, di luar itu banyak kegiatan taqarrub lainnya yang mesti dilakukan selama Ramadhan. Rasulullah saw. bersabda:

Tiadalah seorang hamba bertaqarrub kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang aku fardhukan atasnya. Tiadalah hamba-Ku terus-menerus bertaqarrub kepada-Ku dengan amal-amal sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar; menjadi penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat; menjadi tangannya yang dia gunakan untuk memegang dengan kuat; dan menjadi kakinya yang dia gunakan untuk melangkah. Jika ia meminta kepada-Ku, niscaya dia Aku beri; jika ia meminta perlindungan-Ku, niscaya dia Aku lindungi… (HR al-Bukhari).

Jadi, ber-taqarrub kepada Allah sebagaimana dijelaskan dalam hadis di atas adalah dengan melaksanakan semua yang difardhukan oleh Allah dan menambahnya dengan senantiasa berupaya melaksanakan amal-amal sunnah. Tentu kita tidak boleh keliru dengan lebih mengedepankan amal-amal sunnah dan menilainya sebagai taqarrub yang mesti diutamakan seraya mengabaikan amal-amal yang wajib.

Semua yang difardhukan itu meliputi seluruh kewajiban yang telah ditetapkan dalam Islam. Agar semua itu bisa terlaksana dengan sempurna, kuncinya adalah dengan menerapkan syariah Islam secara menyeluruh dalam aktifitas kehidupan. Dengan kata lain, wajib bagi seorang muslim menjadikan islam sebagai poros kehidupan dan menerapkan islam yang mencakup seluruh aspek kehidupan tanpa terkecuali. Begitulah islam merupakan agama yang sangat indah dalam mengatur kehidupan umatnya, begitupun dengan umat islam saat ini  tidak ada kata tapi dalam menerapkan islam secara totalitas dalam kehidupan,karenanya, ini merupakan konsekuensi keimanan kita kepada Allah SWT.

Karenanya Amal-amal Ramadhan, khususnya puasa, sejatinya membangkitkan dan menumbuhkan kesadaran untuk menghambakan diri hanya kepada Allah SWT. Kesadaran ini begitu kuat dibangun selama Ramadhan dan harus terus dihidupkan usai Ramadhan sebagai bukti keberhasilan proses selama Ramadhan itu.

Orang yang berpuasa dan tetap berupaya menjaga puasanya semata-mata karena mengharap keridhaan Allah, biasanya tidak bergantung pada kehadiran siapapun kecuali kesadaran selalu diawasi oleh Allah SWT. Spirit yang dibentuk oleh puasa ini tentu akan menjadi modal sangat berharga untuk mewujudkan penghambaan diri hanya kepada Allah di luar aktivitas puasa, yaitu dalam bentuk amal keseharian di tengah-tengah masyarakat. Dalam hal ini penerapan syariah untuk mengatur segala aspek kehidupan di masyarakat sejatinya merupakan wujud penghambaan kepada Allah secara nyata dan kolektif.

Karena itu, perjuangan mewujudkan penerapan islam secara totalitas merupakan perhargaan terhadap proses dan capaian pada bulan Ramadhan sekaligus upaya untuk menjadikannya tetap hidup pasca Ramadhan. Selain itu dakwah dan upaya mewujudkan penerapan syariah secara kaffah bagian dari aktivitas taqarrub yang paling utama dan agung.

Sahabat al-mustanir yang Allah cintai:

Sudah saatnya kita mempersiapkan dan mejalani Ramadhan dan puasa di dalamnya tidak seperti biasanya yang sudah lalu, yaitu dengan menjalankan berbagai aktivitas taqarrub yang utama dan agung. Selain itu mari kita jadikan islam sebagai poros dalam menjalani kehidupan  sebagai seorang muslim serta bukti ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Dan tidak menjadikan sekulerisme sebagai aktivitas hidup yang jelas bukan dari Allah .Aktivitas  kembali kepada Islam secaratotalitas-lah yang bisa menjadikan Ramadhan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya; mengokohkan posisi kita mulia di hadapan Allah, Rasul-Nya dan orang-orang Mukmin; sekaligus akan dicatat dengan tinta emas dalam lembaran sejarah. []


  • -
IMG-20160517-WA0010-300x222

Amazing Isra’ Mi’raj 1437 H bersama MT-Funa

Category : Agenda , PSDM

IMG-20160517-WA0010-300x222

Umat Islam mengenal Isra’ Mi’raj merupakan perjalanan semalam Nabi Muhammad SAW mendapat perintah dari Allah SWT untuk menjalankan shalat lima waktu dalam sehari semalam. Isra’ merupakan kisah perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Yerussalem. Sedangkan Mi’raj, kisah perjalanan Nabi dari bumi naik ke langit ketujuh dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah Allah SWT menjalankan salat lima waktu dalam sehari semalam.

Sebagai Lembaga Otonom Fakultas (LOF) berbasis kerohanian Islam,  MT-Funa Fakultas Peternakan menggelar acara bertajuk Amazing Isra’ Mi’raj pada Minggu (15/5). Acara tersebut dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj  1437 H yang jatuh pada tanggal 6 Mei 2016 lalu. Kegiatan yang berlangsung di lobby gedung II Fapet ini mengundang Dr. Ir. Moch. Nasich, MS (dosen Fapet UB sekaligus ketua takmir Masjid Al – A’ Raf) dan ustad Arifin (trainer nasional) sebagai narasumber, serta dihadiri Dr.Ir.Osfar Sjofjan, M.Sc selaku Wakil Dekan III Fapet dan 60 peserta yang berasal dari mahasiswa se-Universitas Brawijaya.

Pada kesempatan tersebut M. Nasich memberikan gambaran tentang makna Isra’ Mi’raj menuju ketaqwaan kepada Allah. Beliau berpesan agar umat muslim khususnya mahasiswa UB, mencontoh seluruh aktivitas kehidupan sehari-hari Rasulullah SAW. Aktif dalam kegiatan sosial namun tetap diimbangi dengan kegiatan kerohanian dan tidak meninggalkan kewajiban sebagai seorang muslim. Sementara itu Ustad Arifin membahas tentang makna Islam Rahmatan Lil ‘Alamin. Islam adalah agama Rahmatan Lil ‘Alamin artinya Islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh alam semesta, tidak hanya manusia saja termasuk hewan, tumbuhan, dan jin. Arifin memaparkan bahwa agama Islam merupakan agama yang sempurna dan islam Rahmatan Lil Alamin akan didapatkan ketika ajaran-ajaran Islam diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari secara menyeluruh.

“Kegiatan seperti ini perlu dikembangkan karena banyak sekali mahasiswa Fapet yang muslim.  Selain itu kegiatan-kegiatan berbasis religi seperti ini banyak manfaatnya untuk perbaikan karakter yang amanah, mencakup pola pikir dan sikap yang Islami.” ungkap Ridwan selaku ketua umum MT-Funa (dta)


  • -
13246409_515665481971319_3874395088722914386_o

FESMAPET 1437 H

Category : Agenda , PSDM

FESMAPET 1437 H

Kerana Gelap malamMU ku terjaga, KeranaMU ku bergerak melangkah menuju mentariMU, Kusambut pemberianMU , dengan harapan kudapat kerinduanMu

Alhamdulillah Tak Terasa Kerinduan ini akan segera terwujud setahun sudah penantian merasuk dalam Qalbu.
Marhaban Ya Ramadhan… marahaban syahru syiam..

Tak Terasa ya Sebentar Lagi Ramadhan..pastinya Penasaran program apa saja yang diselenggarakan Oleh LDK MT-FUNA tahun ini…yuk kunjungi terus akun Resmi Kami..dan Diramaikan ya….

Ya Allah, muliakan dan sayangilah Kami, bahagiakan keluargan kami limpahkan rezeki kami, kuatkan iman kami. Berikanlah kenikmatan ibadah kami, jauhkan dari segala fitnah. Amin. “AHLAN WASAHLAN YA RAMADHAN”13246409_515665481971319_3874395088722914386_o


  • -
iss

Undangan Terbuka Amazing isra Mi’raj 1435 H

Category : PSDM

iss

BKLDK Malang Raya Present

Amazng Isra Mi’raj 1437 H

Assalamualaykum Wr.wb
Mengundang seluruh mahasiswa Muslim Civitas akademika fapet ub dan mahasiswa muslim Brawaya dalam acara Amazing isra mi’raj 1437 H Ahad pukul 15.00 Pemateri Dr.Ir. Moch Nasich,Ms dan Ustadz Arifin Lokasi Lobi gd 2 Fapet UB

“Sebuah Perjalanan Agung insan terbaik dalam sunynya malam memperjuangkan sholat dengan sedikit waktu, cinta kepada umatnya yang senantiasa adziman meski umatnya senatiasa lalai.

yuk ajak saudara-saudarayang lain dan ramaiakan serta dapatkan keutamaan dan kemuliaan dalam mencintai Allah dan Rasulnya.

#MT-Funa Fapet UB
#BKLDK Malang Raya
#IslamRahmatanlilalamin
#YukNgaji


  • -
isra-miraj-canada

BULETIN AL-MUSTANIR_ISRA MI’RAJ MOMENTUM MENUJU ISLAMRAHMATAN LIL ’ALAMIN

Category : OPINI

isra-miraj-canada

ISRA MI’RAJ MOMENTUM MENUJU ISLAMRAHMATAN LI’ALAMIN

Salah satu momen penting dalam perjalanan dakwah Rasulullah saw. yaitu peristiwa Isra’ Mi’raj. Menurut riwayat Ibnu Sa’d dalam Thabaqat-nya (juz 1, hal. 213), peristiwa Isra’ Mi’raj berlangsung delapan belas bulan sebelum Rasulullah saw. dan kaum muslimin hijrah ke Madinah.

Allah SWT menggambarkan peristiwa ini dengan firman-Nya:

] سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ[

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari al-Masjid al-Haram ke al-Masjid al-Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (TQS. al-Isra’ [17]: 1).

“Read More”

  • -

INSPIRING TRAINING My Movement “This Is My Movement, Cerita Perubahan Temukan Makna Kehidupan”

Category : KEMUSLIMAHAN

13177993_1736209623291750_548730158202164038_n

Ketika hidup terlalu singkat untuk menunggu…
Maka berhentilah untuk berkeluh kesah dan mencaci adanya kegelapan | Keluhan tak kan menolong jiwa yang resah | Keluhan tak menjadi awal untuk berubah.
Muslimah…
Selalu ada titik terang dalam rangkaian cerita gelapnya kehidupan.
Selama masih terdapat tekad, maka tiada kata terlambat untuk memulai langkah perubahan.

ada yang baru nih di bulan Mei
Datanglah dalam INSPIRING TRAINING
My Movement “This Is My Movement, Cerita Perubahan Temukan Makna Kehidupan”

JUM’AT, 13 MEI 2016
10.30-12.45 WIB
ruang 22 Gedung 4 Fapet UB
HTM: only 5K ^^

Grab this items:
-snack
-doorprize
-ilmu yang bermanfaat
-teman baru

Pastikan kehadiranmu ya sahabat muslimah, jangan lewatkan kesempatan luar biasa untuk bergabung dengan sahabat muslimah lain. yuk, berlomba menjadi yang terbaik di hadapan Allah smile emotikon
‪#‎MuslimahYukNgaji‬
‪#‎KemuslimahanMtFunaUB‬https://www.facebook.com/akhwat.mtfuna?pnref=story


  • -
mic

PROPOSAL DELEGASI TERBARU PENGUMUMAN FINALIS MIC 2016 (Muslim Intellectual Competition) 2016

Category : Agenda

Assalmualaykum Wr.Wb.

SELAMAT kepada 10 TIM Terbaik Yang lolos MenjadI Finalis dalam Acara Grand Final MIC Di Universitas Brawijaya

10 Finalis Terbaik didownload DISINI

Proposal Delegasi Terbaru Lomba download disini DISINI

 

mic


  • -
13177993_1736209623291750_548730158202164038_n

MY MOVEMENT

Category : KEMUSLIMAHAN

Ketika hidup terlalu singkat untuk menunggu…

Maka berhentilah untuk berkeluh kesah dan mencaci adanya kegelapan | Keluhan tak kan menolong jiwa yang resah | Keluhan tak menjadi awal untuk berubah.

Muslimah…
Selalu ada titik terang dalam rangkaian cerita gelapnya kehidupan.

Selama masih terdapat tekad, maka tiada kata terlambat untuk memulai langkah perubahan.

ada yang baru nih di bulan Mei like emotikon

Datanglah dalam INSPIRING TRAINING
My Movement “This Is My Movement, Cerita Perubahan Temukan Makna Kehidupan”

JUM’AT, 13 MEI 2016
10.30-12.45 WIB
ruang 22 Gedung 4 Fapet UB
HTM: only 5K ^^

Grab this items:
-snack
-doorprize
-ilmu yang bermanfaat
-teman baru

Pastikan kehadiranmu ya sahabat muslimah, jangan lewatkan kesempatan luar biasa untuk bergabung dengan sahabat muslimah lain. yuk, berlomba menjadi yang terbaik di hadapan Allah smile emotikon

‪#‎MuslimahYukNgaji‬


  • -
12046755_833484446750976_5399950001716820946_n

TALKSHOW REMAJA MUSLIM

Category : OPINI

Alhamdulillah…
Agenda Talkshow Remaja Muslim bersama Teuku Wisnu, Ust Luky Rouf, BNN dan Polres Malang telah terselenggara dengan lancar.
Jazakallah atas partisipasi semua pihak, semoga acara ini menginspirasi kita untuk terus mengkaji Islam dan berhijrah kepada kebaikan.
Sampai jumpa di Event berikutnya smile emotikon

#yukNgaji #Yukberhijrah #Talkshowremajamuslim
#GenerasiCerdas


  • -
12973613_918357731596980_7882558160248757542_o

KAJIAN ISLAM TEMATIK

Category : Kajian Tematik Islam , PSDM

Assalamualaikum.. hadir kembali KAJIAN ISLAM TEMATIK (KIT) LDK MT-FUNA setiap Hari Senin Pukul 16.00 di Mushola Al-A’raaf Fapet UB. yuk ajak saudara dan teman2 insha Allah Bermanfaat.

“Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari suatu ilmu Niscaya Allah Memudahkannya ke jalan Menuju surga” (H.R Turmudzi)
#LDK MT-MT-Funa Universitas Brawijaya
#YukNgaji
#BKLDK Malang Raya


  • -
13087017_930571520375601_3245140719767588679_o

KAJIAN FIQIH ISLAM

Category : Kajian Fiqh Islam , PSDM

Assalamualaykum wr.wb Hadir kembali kajian FIQIH ISLAM Yang diselenggarakan oleh LDK MT-FUNA dengan pemateri Ustadz Azizi Fathoni S.pd.dengan Kitab Ghayah Wa Taqrib setiap Rabu Pukul 16.00 di Al-araaf
“Setiap ilmu selain Al Qur-an akan menyibukkan, kecuali ilmu hadits dan fiqih”Ilmu adalah sesuatu yang di dalamnya terdapat ungkapan ‘Haddatsana’ (yaitu ilmu yang berdasar kepada wahyu). Adapun ilmu selainnya, hal itu hanyalah bisikan syaithan semata (Diwan al Imam asy Syafi’i, Dar al Kutub al ’Ilmiyah).

Presented By
LDK MT-MT-Funa Universitas Brawijaya
BKLDK MALANG RAYA
#YukNgajiBareng MT-FUNA


[soundcloud url="https://api.soundcloud.com/tracks/134527412" params="auto_play=true&hide_related=false&show_comments=true&show_user=true&show_reposts=false&visual=true" width="100%" height="300" iframe="true" /]